Klikers

Senin, 30 Mei 2011

jembatan darurat di rantau panyang



berfoto dengan masyarakat


Perjalanan pulang di waktu menjelang magrib




Sigli (13/3) Rantau panyang 1 dan 2 merupakan salah satu daerah yang terkena dampak banjir bandang yang ditempati 270 KK. Sampai hari ke tiga pasca banjir bandang daerah tersebut belum tersentuh bantuan apapun, termasuk bantuan medis. Hari ini tim media PKS Pidie dan relawan menuju rantau panyang 2 dengan menempuh perjalanan jauh dan terjal, sekitar 7 km harus berjalan kaki untuk sampai di tujuan. Menurut M. Yusuf (36 tahun),warga yang tinggal di daerah tersebut sebanyak 63 KK, dan yang belum mengungsi ada sekitar 33 KK. BY TIM MEDIA

sebuah episode



Alkisah disuatu toserba di kota saya.tersebutlah percakapan sederhana yang banyak memberi hikmah. Pembicaraan ini terjadi antara seorang pelanggan dengan penjaga toko, dan saya hanya sebagai pendengar dan pengamat.
Berikut penggalan ceritanya:

Pelanggan : (melihat ke pintu toko, ada bertuliskan "TUTUP/SHALAT", dan menunjuknya..)"itu pas shalat Isya ada di tutup tokonya?"
Penjaga Toko : "Ngak"
Pelanggan : "Kenapa?"
Penjaga Toko : "biasanya gitu"
Pelanggan : "Nabi tidak pernah telat Shalat"(dengan nada do tinggi)
Penjaga Toko: "Shalat Isya kan lebih bagus telat"(dengan nada re tinggi)
Pelanggan:" Ngak bs gitu...blabla....
Pengamat : (tersenyum.....dan didalam hati berkata, ke 2 pendapat nya betul, tapi...............nabi punya alasan, kenapa tidak pernah telat shalat.....yaitu nabi yakin kan adanya SANG pemilik Kematian yaitu ALLAH, dan kematian itu hanya ALLAH yang tahu...)

NAH...yakin masih bisa hidup sampai besok pagi????

(terinspirasi hari ini, senin/30 mei 2011 pukul 21.00 wib)

Jumat, 27 Mei 2011

KOMIK GOLONGAN DARAH EDISI 1




KETIKA MENYUPIR ATAU JALAN-JALAN











KETIKA MAU NGAJAK ORANG NGINAP DI RUMAH

5 PERKARA


INGAT LIMA PERKARA SEBELUM LIMA PERKARA
1. sehat sebelum sakit
2.lapang sebelum sempit
3. Muda sebelum tua
4.kaya sebelum miskin
5. Hidup sebelum mati

Sepenggal Tausiah tentang Da'wah

Kitalah dakwah itu..
Kitalah ruh perjuangan itu..
Kitalah pemenang seruan itu..
Karena kita dan dakwah laksana jasad dan ruh

Sudahkah komitmen itu kita niatkan untuk semua
amanah yang ada pada diri kita?
Sudahkah komitmen itu terpatri didalam hati?
Siapkah kita menjadi bukti hidup atas semua seruan
dakwah yang kita usung dan tegakkan?
Sungguh, itulah alasan utama Allah memberikan
kemenangan yang kita lantunkan dalam harap dan doa...

Jika belum, sadarlah kita belum lagi melakukan
apa-apa!
Maka, kepada yang melemah bahkan terhenti,
Lihatlah didalam nurani...
Adakah cinta Allah kemilau disana?

Ketetapan akhir skenario perjuangan ini sepenuhnya
adalah hak Allah
Tapi, kita punya peluang untuk membujuk-Nya
Dengan catatan, sudah sempurnakah amalan amanah kita?

Beruntunglah orang-orang yang memperbarui
semangatnya dalam setiap pergantian waktu

Menjaga niatnya dalam kebaikan
Dan,
Menemukan Allah dalam setiap gerak langkahnya.

Kisah ID

Hohohooo, bermula dari kebosanan Enny, Enny jadi tertarik membahas kenapa nama ID kok aneh-aneh, ya!? Ada yang menggunakan nama sendiri, nama singkatan, nama panggilan bahkan ada yang gak jelas asal katanya.

Pastinya sebagian orang menganggap "ih, si Enny nggak mutu banget kok pertanyaannya..." tapi, coba pikir pasti ada alasannya, kan?

Baiklah, dimulai dari ID Enny, ya?

ID Enny adalah enny_melati. *kenapa menggunakan nama melati ya…???

--- Asal Muasalnya ---

Habis tsunami di Aceh tahun 2004, kan banyak tuh, kesempatan untuk mendapatkan dana untuk buat kegiatan, nah pada saat itu organisasi tempat Enny bernaung, yaitu PEMA UNSYIAH, punya rencana untuk buat nikah massal. Kebetulan, PJ-nya adalah Enny.

Kemudian, mas Garin, presiden mahasiswa UI saat itu (salam Mas Garin :) ) berkunjung ke Aceh. Kebetulan sekali, karena UI punya pengalaman masalah beginian, ya Enny dan teman-teman mencari info lewat mas Garin. Akhirnya, dapat satu titik temu, Mas Garin akan kirim file tentang nikah massal lewat email!!! Hiii, bayangkan …. saat itu Enny belum punya email dan sangat gaptek masalah dunia maya yang satu ini.


Lalu, akhirnya Enny mencoba membuat email dengan menggunakan nama asli yaitu: Enny Jurisa, namun apa yang terjadi? Ditolak mentah-mentah ama yahoo-nya (padahal setelah dicek nama Enny Jurisa cuma satu-satunya dimuka bumi ini!!!). Yah, dengan tanpa menyerah Enny gabungkan dengan tahun kelahiran, eh,... ditolak lagi. Trus, dengan tahun angkatan, masih... aja ditolak.

Nah, kebetulan, di depan kantor kami ada bunga, iseng-iseng Enny coba deh dengan gabungan kata bunga, menjadi: enny_mawar. Ehh... masih juga nggak bisa!!!

Lalu akhirnya, terinspirasi dengan cerpen "melati tetap harum", dan rencananya sih bakal jadi usaha terakhir (dalam hati: kalau nggak mau juga, besok suruh orang laen aja yang buatin).

Dan, ting tong...

I got it! I got my ID!!! *yahooo... emang yahoo... hehe

I got a shock, 'cause my ID is enny_melati. Dalam persepsi Enny, bila pakai nama bunga kesannya ganjen, malah ngirimnya ke orang baru dikenal pula. OHH, no...!!!

So... jadilah ID ku, enny_melati yang masih Enny gunakan sampai sekarang. Kan, Enny setiaaaa..., hihihi, nggak da hubungan kali ya...

Inilah sekelumit kisah ID ku.

Teman-teman mau berbagi?

Siapaa tau ada yang menarik, penasaran nih, hehe...

Yang Tidak Bisa Diucapin Ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya... akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang: "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya."
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka...

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas: "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang."

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja...
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!"

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga...

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama...

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu...

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu...

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa."

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa. Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata, "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT... kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah: "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan, "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu."

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang."

Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin...
Karena Papa tahu...
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya...

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia...
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa...
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih...
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya...
Papa telah menyelesaikan tugasnya...

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.

----------

Saya mendapatkan note ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT!

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya...