^^Ditutupnya pintu TAUFIQ krn 6 Hal :
**Pertama : sibuk dg nikmat dunia & lupa bersyukur.
**Kedua : mencintai ilmu tapi tidak mengamalkannya.
**Ketiga : cepat berbuat maksiat dan lambat bertaubat.
**Keempat : bergaul dg orang sholih tapi tdk meneladani mereka.
**Kelima : dunia meninggalkannya tapi dia mengejarnya.
**Keenam : akherat mendatanginya tapi dia berpaling darinya.
Naudzubillahi mindzalik..Wuallahu'alam^^
Klikers
Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Juni 2011
Jumat, 27 Mei 2011
5 PERKARA
Sepenggal Tausiah tentang Da'wah
Kitalah dakwah itu..Kitalah ruh perjuangan itu..
Kitalah pemenang seruan itu..
Karena kita dan dakwah laksana jasad dan ruh
Sudahkah komitmen itu kita niatkan untuk semua
amanah yang ada pada diri kita?
Sudahkah komitmen itu terpatri didalam hati?
Siapkah kita menjadi bukti hidup atas semua seruan
dakwah yang kita usung dan tegakkan?
Sungguh, itulah alasan utama Allah memberikan
kemenangan yang kita lantunkan dalam harap dan doa...
Jika belum, sadarlah kita belum lagi melakukan
apa-apa!
Maka, kepada yang melemah bahkan terhenti,
Lihatlah didalam nurani...
Adakah cinta Allah kemilau disana?
Ketetapan akhir skenario perjuangan ini sepenuhnya
adalah hak Allah
Tapi, kita punya peluang untuk membujuk-Nya
Dengan catatan, sudah sempurnakah amalan amanah kita?
Beruntunglah orang-orang yang memperbarui
semangatnya dalam setiap pergantian waktu
Menjaga niatnya dalam kebaikan
Dan,
Menemukan Allah dalam setiap gerak langkahnya.
Jumat, 20 Mei 2011
Perenungan SeorangTabib
Alkisah ada seorang pemuda datang pada tabib, lalu dia bertanya: "Wahai tabib, apakah engkau mempunyai ramuan obat yang dapat membersihkan dosa dan mengobati penyakit hati?""Punya, ambillah sepuluh resep dariku berikut ini," jawab tabib.
1. Ambillah akar pohon kefakiran dan akar pohon ketawadhu'an.
2. Masukkan akar tobat ke dalamnya.
3. Masukkanlah ketiga unsur itu ke dalam lesung ridha.
4. Tumbuklah sampai halus dengan alu qana'ah.
5. Masukkan semua itu dalam panci taqwa.
6. Tuangkan air malu ke dalamnya.
7. Didihkan semua itu dengan api mahabbah.
8. Selanjutnya, tuangkan semua itu ke dalam mangkuk syukur.
9. Dinginkan apa yang ada di dalam mangkuk syukur tersebut dengan kipas raja'.
10. Minumlah semua itu dengan sendok pujian.
Kamis, 19 Mei 2011
Tips Persiapan Bulan Ramadhan
Pertama, I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan.Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban. Biasanya mereka berdoa: "Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.
Kedua, adalah I'dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.
Ketiga, adalah I'dad Maliyah, yakni persiapan harta.
Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.
Keempat, adalah I'dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)
