makanan apa yang selalu digunakan dalam makanan lain dan juga bisa dimakan terpisah...
yup...TELUR namanya...
Telur adalah salah satu bahan makanan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung , seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar).
Selain itu dikonsumsi pula juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya telur penyu. Sebagian besar produk telur ayam ditujukan untuk dikonsumsi orang tidak disterilkan, mengingat ayam petelur yang menghasilkannya tidak didampingi oleh ayam pejantan. Telur yang disterilkan dapat pula dipesan dan dimakan sebagaimana telur-telur yang tidak disterilkan, dengan sedikit perbedaan kandungan nutrisi. Telur yang disterilkan tidak akan mengandung embrio yang telah berkembang, sebagaimana lemari pendingin mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur.
Cara memilih telur yang baik
Kondisi cangkang telur tidak retak
Ukuran telur tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar
Warna telur tidak pucat atau terlalu gelap
Bersih dari berbagai kotoran atau pun noda
Tektur kulit telur halus mulus dan tidak kasar
Tenggelam di dalam air jika dimasukkan ke dalam air tidak terapung
Apabila diteropong terlihat jernih dan kuning telur ada di tengah telur
Baunya normal tidak berbau busuk
Bentuk lonjong telur normal tidak bulat dan tidan ceper sekali
Pilih yang dikemas dengan baik dan mengandung omega 3
Cara menghidangkan
Telur goreng (mata sapi).
Telur unggas dapat diolah sebagai hidangan tunggal dengan berbagai cara, antara lain:
diawetkan/diasinkan, misalnya telur bebek,
direbus matang: misalnya telur ayam dan telur penyu,
digoreng (dadar, mata sapi, acak), misalnya telur ayam,
direbus setengah matang, misalnya telur ayam, dan
dimakan mentah (biasanya ditambah madu dan atau bahan-bahan lain), misalnya telur ayam.
Untuk cara mengolah yang terakhir ini tidak dianjurkan bagi orang-orang yang rentan terhadap bakteri salmonella, seperti orang tua, orang sakit, ataupun wanita hamil.
Dapat pula telur unggas dicampur dengan bahan-bahan lain dan dimasak sebagai kue atau sejenisnya, misalnya: martabak manis.
itu yang seriusnya...ini ada kisah seputar makanan yang bernama telur
sdi suatu masa tahun 2004, saya dan teman-teman dari relawan pema unsyiah 2004 mempunyai program seperti pengabdian masyarakat didaerah terpencil di seputaran kabupaten gayo lues, Aceh, kurang lebih selama 2 minggu. di area yang kami datangi tepatnya berada di kecamatan terangon.
sungguh terpencil..
memilki geografi bergunung-gunung dan jauh dari pantai. perjalan dari banda aceh ke lokasi ini memakan waktu 2 hari 2 malam melalui medan(tentu istirahat sebentar di medan sebentar)
disana kami berkedudukan di pusat kota kecamatannya dan melakukan pengabdian turun ke desanya. Terkadang kami melakukan perjalanan dengan jalan kaki akibat akses dari transportasi disana masih sulit.
pernah suatu ketika kami melakukan pengabdian di sebuah desa s (sudah lupa namanya) dengan berjalan kaki ,kalau tidaksalah 3 jam perjalanan dengan kondisi berbukit-bukit.nah setelah sampai di tujuan kami berisirahat sejenak sambil memakan persedian makanan yang kami bawa, sebelum membagi tim menjadi tim kesehatan, tim syariat dan tim konsumsi. n
nah....
tentu saja setelah itu kami dijamu oleh kepala desa untuk makan siang dirumah beliau dan tentu saja kami menyambut dengan antusias. maka kami menuju rumah beliau yang ternyata hampir seperempat perjalan pergi tadi.ckckckckckc.......akhirnya kami memakan makan siang dengan menu telur goreng sambalado dengan lahab( efek kelaparan akibat kelelahan atau...rakus kali ya hahaha) nah setelah itu kami bergegas pulang stalah berbasa-basi sejenak dengan kepala desa.
maka...
kami melanjutkan perjalanan pulang kembali ke posko dengan jarak tempuh....
hm...
sulit dibayangkan... padahal jalur perjalannanya sama, beban perjalanan juga sudah berkurang, karena obat-obatan sudah terpakai. ...tapi kenapa terasa lebih lama dan lelah...
ternyata eh ternyata...kami berjalan dibawah terik matahari yang sungguh sangat bersahabat dengan lemak-lemak yang ada di subcutis kami. sehingga kami berkeringat EXTRA hahah
dalam perjalanan kami bersenda gurau dengan sesama, agar beban lelah itu sedikiiiiiiiiit terkurangi. "wah....sampai di posko pengobatan lapar lagi ni."
bs dibayangkan sobat...kami berjalan 1 jam lamanya untuk menuju kepala desa untuk makan siang dan 1 jam lagi untuk perjalan pulang, dan kembalii berjalan 3 jam lagi untuk kebali ke posko. bisa dibayang ......
otot-otot dikaki kalau bisa ngomong akan berkata apa?
ach.....jadi ngawur....
bukan itu intinya....
ditiap desa yang kami lakukan pengabdian maka kami selalu di jamu oleh masyarakat desanya..
tentu dengan senang hati kami memenuhi undangan mereka. yang jadi masalah....bagi kami tepatnya saya kali ya... kami selalu disuguhi telur rebus yang nantinya akan digoreng, di sambal, dimasak dll. tapi tetpad dalam kesatuan alias bulat. bisa dibayangkan..... setiap siang hari.
maka saya mengalami suatu sindrom "eneg sama telur".
dan akhirnya tiap ada jamuan makan, maka saya terkadang hanya makan nasi doang.
beruntunglah kami punya tim konsumsi yang handal...seperti kak rena meilani dan kak zuraidah... pulang dari suatu tempat, merka sudah menyiapkan lauk pauk dengan ikan goreng (walaupun ikan air tawar) yipiiiiiiii ...akhirnya makan juga.
mereka selalu menyajikan telur, bukan karena pelit dll. tapi mungkin hal ini lumrah disana.
karena telur merupakan makanan mewah mereka..untuk menjamu tamu. suasana geografis mereka memang tidak ada ikan laut, kalaupun ada ikan air tawar harganya mahal. dan kami berada benar-benar didareah terpencil tentu daging dan daging unggas juga cuma satusatu yang ada.
akhirulkalam..
teruntuk teman-teman, sobat, sahabat....mari jangan buang-buang makanan.ingatlah mereka...
ngak nyambung ya.....
suka2 saya hahahah kapan2 saya edit kalau sempat ^_^V
Klikers
Tampilkan postingan dengan label slide of my life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label slide of my life. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 November 2011
Rabu, 02 November 2011
Antara Tabib,ibu dan saya

ntah kenapa, saya sangat ingin berbagi dengan teman-teman... sekalian ngisi blog yang keteteran plus curhat kali ye hehehe
mak saya mengalami suatu penyakit kulit dengan gelaja gatal-gatal, berbintik merah hampir seluruh permukaan badan beliau. nah sebelumnya beliau tidak ada riwat alergi obat maupun makanan. nah....
pusingkan ni penyakit kenapa. penyakit kulit belaiu tidak menular, hal ini dibuktikan dengan tidak terpaparnya penyakit ini ke saya. nah....
yang menjadi konflik adalah...
1.mamak saya(sebutan untuk ibu saya-red)mempercayai hal2 mistik seperti guna-guna, penyakit yang diberikan oleh orang lain. ya...beliau akhirnya beranggapan penyakit ini sedekah dari orang lain (sebutan untuk guna2-red. tentu saja saya sebagai praktisi medis menganjurkan beliau tetap istiqamah dengan ke- medis-an, tapi akhirnya beliau menjalanike 2 praktisi itu ke-medis-an dan ke-magis-an.
2.mamak saya berdahlih itu bukan dukun atau paranormal, tapi itu orang pintar(aduuuuuuhhh pusing deh)
akhirnya saya berusaha mencari perbedaanitu. bukan berarti saya tidak percaya dunia ke-magis-an, toh itu hal yang mungkin ....tapi ....entahlah...
nah inilah info sementara yang saya temukan.
Dukun adalah orang yg mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi seperti mantra, guna-guna, dan lain sebagainya.
TABIB adalah klinik alternatif pengobatan penyakit dan gangguan sesuai metode nabi (Tibbunnabawi). melayani pengobatan penyakit/gangguan lahir maupun batin.
Paranormal, ialah sejumlah orang yang mempunyai ilmu Metafisika, sehingga mampu mengerjakan, melihat ataupun berhubungan dengan hal-hal alam gaib / kasat mata, yang tidak dapat di raih oleh manusia biasa.
Sebagian dari mereka memanfaatkan ilmunya untuk dijadikan pekerjaan tetap mereka untuk mencari nafkah, dengan cara membantu masyarakat sekitar. Paranormal mendapatkan ilmunya dengan berbagai macam cara, belajar sendiri, belajar kepada orang lain, memperdalam ilmu agama, dan lain sebagainya.
Ada sebagian paranormal yang merangkap dirinya sebagai dukun, tetapi ada juga sebagian lainnya yang tidak, bahkan mereka sangat tersinggung bilamana dirinya dianggap dukun. Begitu juga sebaliknya, banyak masyarakat yang selalu menafsirkan bahwa paranormal adalah dukun.
nah dilemanya adalah....
saya merasa tidak bs menyembuhkan ibu saya sendiri ...
ach..............
mungkin teman2 bs memberikan solusi
Senin, 04 Juli 2011
salah paham (lagi)
Tersebutlah kisah seorang anak manusia bernama ijal, dia anak ke 3 dari 4 bersaudara. keluarganya selalu berpindah-pindah dari satu ketempat yang lain. hal ini membuat bahasanya menjadi kacau balau.
Suatu saat si Ijal ni dan keluarga pulang kampung ke daerah yang saat itu sedang konflik militer.
Si saudara mengharapkan ijal dan keluarga untuk menginap di tempatnya dengan versi bahasa aceh dan si ijal menjawab dengan bahasa indonesia dan terjadilah perbincangan berikut.
Saudara 1:"ka dom hai inoe ( nginaplah disini)"
ijal :"Ngak mau ijal, Nanti mati.............."
Saudara 1:"??????????????..........."
Orang tua ijal: ijal "dom" itu nginap, bukan DOM = Daerah Operasi militer..
Inilah..... manusianya....
Suatu saat si Ijal ni dan keluarga pulang kampung ke daerah yang saat itu sedang konflik militer.
Si saudara mengharapkan ijal dan keluarga untuk menginap di tempatnya dengan versi bahasa aceh dan si ijal menjawab dengan bahasa indonesia dan terjadilah perbincangan berikut.
Saudara 1:"ka dom hai inoe ( nginaplah disini)"
ijal :"Ngak mau ijal, Nanti mati.............."
Saudara 1:"??????????????..........."
Orang tua ijal: ijal "dom" itu nginap, bukan DOM = Daerah Operasi militer..
Inilah..... manusianya....
Minggu, 19 Juni 2011
ALKISAH RSJ
alkisah disuatu masa, ketika saat itu saya sedang menjalani masa-masa per'koas'an di sebuar rumah sakit jiwa ternama di provinsi Aceh. kami ber -16 yang terdiri dari berbagai suku aceh dr sabang sampai aceh tamiang.memiliki berbagai karakter yang berbeda. ada yang belum pernah bejumpa sebelumnya malahan blm pernah mendengar namanya. tp yach....
namanya juga koas jadi harus bisa berkerja sama dengan semua tipe. kali ini kisah beberapa kami dengan beberapa pasien jiwa.
kisah 1
pagi, sekitar jam 9,2 orang pegawai dan 2 orang kami(koas psik) melepaskan pasien jiwa disal diatas gedung.
rencananyakami akan melakukan peer group (semacam permainan).
permainanya dengan menggunakan bola. nah stelah bola dilempar ke seseorang maka siapa yang menangkap akan memperkenalkan diri, dan setelah itu melepar kembali ke kawan-kawan yang lain. permainan yang mudah dan menyenangkan bukan
nah permasalahannya....eh... bukan permasalahan sih tepatnya....tapi....hm.... yach...nilai aja sendiri ya....
salah satu pasien namanya saya lupa...(kalau ngak salah, mr R) mengatakan... "ngak mau main permainan itu, seperti orang gila" refleks saya tersenyum penuh arti. trus si mr. R langsung meralat sendiri "eh...saya emang gila kan"sambil bertanya sendiri.
bersyukurlah, saat itu saya lagi males jujur.jadinya langsung saya bilang "hmm...coba tanya sama abang tu(pegawai perawat)' dan si abang dengan spotan dan lugas menjawab.."siapa bilang kamu gila,kamu ngak gila, cuma miring sedikit" dan berlalu. si mr R pun manggut-manggut sambil berlalu. yach... tinggal saya yang menahan tawa dalam hati. hahahahaaaaaaaa
kisah 2
hal yang lazim, bila bertemu pasien rs maka kita harus bersiap-siap dengan kata-kata "bie peng seribe( beri uang seribu)". kebiasaan ini sering dilakukan pasien bila bertemu dengan orang-orang, termasuk dengan kami (para koas). tidak selamanya permintaan mereka kami penuhi. bukannya pelit sih... tapi ini lebih ke pendidikan bagi mereka agar tidak selalu meminta, tapi lebih ke berusaha. nah ada cara menolak yang unik dari salah satu teman saya.
ketika itu saya dan teman (namanya intan,sering dipanggil "iin")sedang melewati sebuah sal rsj, dan ternyata ada pasien yang mengenali dan memanggil kami di dalam sal itu (maklum....kami sering berinteraksi dengan pasien-pasien untuk perbandingan kasus). nah kami mendekat di sal itu, niatnya sih untuk sekedar menyapa mereka. Tapi dengan tiba-tiba si iin nyeletuk "bie peng seribe" ke pasein.sunggu....saya dalam kebingungan yang sangat nyata. tapi para pasien bereakasi beraneka ragam.
pasien1:"nih...(sambil menyerahkan uang seribu setelah sebelumnya meronggoh saku
celananya).
pasien2:...............( bengong)
pasien3: "loh, kok kakak yang minta....."
dan setelah itu si iin mengatakan permintaan maaf karena bercanda. dan bisa ditebak lah sepanjang perjalanan kami akan selalu berbicara masalah hal itu.
merindukan masa koas....
namanya juga koas jadi harus bisa berkerja sama dengan semua tipe. kali ini kisah beberapa kami dengan beberapa pasien jiwa.
kisah 1
pagi, sekitar jam 9,2 orang pegawai dan 2 orang kami(koas psik) melepaskan pasien jiwa disal diatas gedung.
rencananyakami akan melakukan peer group (semacam permainan).
permainanya dengan menggunakan bola. nah stelah bola dilempar ke seseorang maka siapa yang menangkap akan memperkenalkan diri, dan setelah itu melepar kembali ke kawan-kawan yang lain. permainan yang mudah dan menyenangkan bukan
nah permasalahannya....eh... bukan permasalahan sih tepatnya....tapi....hm.... yach...nilai aja sendiri ya....
salah satu pasien namanya saya lupa...(kalau ngak salah, mr R) mengatakan... "ngak mau main permainan itu, seperti orang gila" refleks saya tersenyum penuh arti. trus si mr. R langsung meralat sendiri "eh...saya emang gila kan"sambil bertanya sendiri.
bersyukurlah, saat itu saya lagi males jujur.jadinya langsung saya bilang "hmm...coba tanya sama abang tu(pegawai perawat)' dan si abang dengan spotan dan lugas menjawab.."siapa bilang kamu gila,kamu ngak gila, cuma miring sedikit" dan berlalu. si mr R pun manggut-manggut sambil berlalu. yach... tinggal saya yang menahan tawa dalam hati. hahahahaaaaaaaa
kisah 2
hal yang lazim, bila bertemu pasien rs maka kita harus bersiap-siap dengan kata-kata "bie peng seribe( beri uang seribu)". kebiasaan ini sering dilakukan pasien bila bertemu dengan orang-orang, termasuk dengan kami (para koas). tidak selamanya permintaan mereka kami penuhi. bukannya pelit sih... tapi ini lebih ke pendidikan bagi mereka agar tidak selalu meminta, tapi lebih ke berusaha. nah ada cara menolak yang unik dari salah satu teman saya.
ketika itu saya dan teman (namanya intan,sering dipanggil "iin")sedang melewati sebuah sal rsj, dan ternyata ada pasien yang mengenali dan memanggil kami di dalam sal itu (maklum....kami sering berinteraksi dengan pasien-pasien untuk perbandingan kasus). nah kami mendekat di sal itu, niatnya sih untuk sekedar menyapa mereka. Tapi dengan tiba-tiba si iin nyeletuk "bie peng seribe" ke pasein.sunggu....saya dalam kebingungan yang sangat nyata. tapi para pasien bereakasi beraneka ragam.
pasien1:"nih...(sambil menyerahkan uang seribu setelah sebelumnya meronggoh saku
celananya).
pasien2:...............( bengong)
pasien3: "loh, kok kakak yang minta....."
dan setelah itu si iin mengatakan permintaan maaf karena bercanda. dan bisa ditebak lah sepanjang perjalanan kami akan selalu berbicara masalah hal itu.
merindukan masa koas....
Senin, 30 Mei 2011
jembatan darurat di rantau panyang


berfoto dengan masyarakat

Perjalanan pulang di waktu menjelang magrib


Sigli (13/3) Rantau panyang 1 dan 2 merupakan salah satu daerah yang terkena dampak banjir bandang yang ditempati 270 KK. Sampai hari ke tiga pasca banjir bandang daerah tersebut belum tersentuh bantuan apapun, termasuk bantuan medis. Hari ini tim media PKS Pidie dan relawan menuju rantau panyang 2 dengan menempuh perjalanan jauh dan terjal, sekitar 7 km harus berjalan kaki untuk sampai di tujuan. Menurut M. Yusuf (36 tahun),warga yang tinggal di daerah tersebut sebanyak 63 KK, dan yang belum mengungsi ada sekitar 33 KK. BY TIM MEDIA
berfoto dengan masyarakat
Perjalanan pulang di waktu menjelang magrib
Sigli (13/3) Rantau panyang 1 dan 2 merupakan salah satu daerah yang terkena dampak banjir bandang yang ditempati 270 KK. Sampai hari ke tiga pasca banjir bandang daerah tersebut belum tersentuh bantuan apapun, termasuk bantuan medis. Hari ini tim media PKS Pidie dan relawan menuju rantau panyang 2 dengan menempuh perjalanan jauh dan terjal, sekitar 7 km harus berjalan kaki untuk sampai di tujuan. Menurut M. Yusuf (36 tahun),warga yang tinggal di daerah tersebut sebanyak 63 KK, dan yang belum mengungsi ada sekitar 33 KK. BY TIM MEDIA
sebuah episode

Alkisah disuatu toserba di kota saya.tersebutlah percakapan sederhana yang banyak memberi hikmah. Pembicaraan ini terjadi antara seorang pelanggan dengan penjaga toko, dan saya hanya sebagai pendengar dan pengamat.
Berikut penggalan ceritanya:
Pelanggan : (melihat ke pintu toko, ada bertuliskan "TUTUP/SHALAT", dan menunjuknya..)"itu pas shalat Isya ada di tutup tokonya?"
Penjaga Toko : "Ngak"
Pelanggan : "Kenapa?"
Penjaga Toko : "biasanya gitu"
Pelanggan : "Nabi tidak pernah telat Shalat"(dengan nada do tinggi)
Penjaga Toko: "Shalat Isya kan lebih bagus telat"(dengan nada re tinggi)
Pelanggan:" Ngak bs gitu...blabla....
Pengamat : (tersenyum.....dan didalam hati berkata, ke 2 pendapat nya betul, tapi...............nabi punya alasan, kenapa tidak pernah telat shalat.....yaitu nabi yakin kan adanya SANG pemilik Kematian yaitu ALLAH, dan kematian itu hanya ALLAH yang tahu...)
NAH...yakin masih bisa hidup sampai besok pagi????
(terinspirasi hari ini, senin/30 mei 2011 pukul 21.00 wib)
Berikut penggalan ceritanya:
Pelanggan : (melihat ke pintu toko, ada bertuliskan "TUTUP/SHALAT", dan menunjuknya..)"itu pas shalat Isya ada di tutup tokonya?"
Penjaga Toko : "Ngak"
Pelanggan : "Kenapa?"
Penjaga Toko : "biasanya gitu"
Pelanggan : "Nabi tidak pernah telat Shalat"(dengan nada do tinggi)
Penjaga Toko: "Shalat Isya kan lebih bagus telat"(dengan nada re tinggi)
Pelanggan:" Ngak bs gitu...blabla....
Pengamat : (tersenyum.....dan didalam hati berkata, ke 2 pendapat nya betul, tapi...............nabi punya alasan, kenapa tidak pernah telat shalat.....yaitu nabi yakin kan adanya SANG pemilik Kematian yaitu ALLAH, dan kematian itu hanya ALLAH yang tahu...)
NAH...yakin masih bisa hidup sampai besok pagi????
(terinspirasi hari ini, senin/30 mei 2011 pukul 21.00 wib)
Langganan:
Postingan (Atom)