Klikers

Kamis, 07 April 2011

Asuhan Keperawatan Pada Flu Burung

PENGERTIAN
Penyakit flu burung atau flu unggas adalah suatu penyakit menular yg disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.

PENYEBAB
• Virus influenza tipe A
• Termasuk famili orthomyxoviridae
• Dapat berubah ubah bentuk
• Terdiri dari hemaglutinin (H) Neuramidase (N). Kedua huruf digunakan sbg identifikasi kodesubtipe flu burung yang banyak jenisnya
• Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1, H3N3, H5N1, H9N2, H7N7,sedangkan pada binatang H1H5 dan N1N9
• Strain yg sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dr sub tipe A H5N1
• Virus tsb dpt bertahan di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pd 0°C
• Virus akan mati pd pemanasan 60°C selama 30 menit atau 56°C selama 3 jam dan dgn ditergent,desinfektan misal formalin cairan yang mengandung iodine

TANDA & GEJALA
1. Pada Unggas
• Jengger berwarna biru
• Borok dikaki
• Kematian mendadak
2. Pada manusia
• Demam (suhu > 38°C)
• Batuk & nyeri tenggorokan
• Radang saluran pernapasan atas
• Pneumonia
• Infeksi mata
• Nyeri otot

Masa inkubasi
1. Pada unggas
• I minggu
2. Pada manusia
• 1-3 hari
• Masa infeksi 1 hari sblm sampai 3-5 hr sesudah timbul gejala
• Pada anak 21 hari

PENULARAN
1. Unggas → ke unggas, unggas →ke manusia
2. Melalui udara yg tercemar virus H5N1 yg berasal dari :
• Kotoran / sekreta burung / unggas yg menderita flu burung
• Penularan dr unggas kemanusia jg tjd jika manusia tlh menghirup udara yg mengandung virus flu brng atau kontak langsung dgn unggas yg terinfeksi flu brngh
• Penularan dari manusia kemanusia → belum ada bukti

PENCEGAHAN
Pada unggas :
1. Pemusnahan unggas / burung yg terinfeksi
2. Vaksinasi pd unggas yg sehat

Pada manusia :
1. Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)
• Mencuci tgn dgn desinfektan dan mandi sehabis bekerja
• Hindari kontak langsung dgn ayam /unggas yg terinfeksi flu burung
• Menggunakan alat pelindung diri (ex: masker dan pakaian krja)
• Meninggalkan pakaian kerja di tempat krja
• Membersihkan kotoran unggas setiap hari
• imunisasi
2. Masyarakat umum
• Menjaga daya tahan tbh dgn memakan makanan bergizi & istirahat cukup
• Mengolah unggas dgn cara yg benar yaitu :
• Pilih unggas yg sehat
• Memasak daging unggas dengan suhu ± 80°C selama 1 mnt dan pd telur sampai dgn suhu 64°C selama 4,5 mnt

PENGOBATAN PADA PASIEN FLU BURUNG
• Oksigenasi bila trdpt sesak napas
• Hindari dgn pemberian cairan parenteral (infus)
• Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hr
• Amantadin diberikan pd awal infeksi,sedapat mungkin dlm waktu 48 jam I selama 3-5 hr dgn dosis 5 mg/kgBB/hr dlm 2 dosis.bila BB > 45 kg diberikan 100 mg 2 x sehari

Tindakan depkes

• Melakukan infestigasi pd pekerja, penjual dan penjamah produk ayam di bbrp daerah KLP flu burung pd ayam di indonesia ( utk mengetahui infeksi flu burung pd manusia)
• Melakukan monitoring sec. ketat thd org2 yg pernah kontak dgn org yg diduga terkena flu burung hingga terlewati 2x masa inkubasi yaitu 14 hr
• Menyipakan 44 RS diseluruh indonesia utk menyiapkan ruangan observasi thdp px yg di curigai mengidap avian influienza
• Memberlakukan kesiapsiagaan di daerah yang mempunyai resiko yaitu prov. Jabar, DKI Jakarta dan banten serts membentuk Posko di Ditjen PP & pl DENGAN Telp/ fax : ( 021 ) 4257125
• Menginstruksikan kepada gebernur pemerintah propinsi untuk menibgkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjangkitnya flu burung di wilayah masing- masing
• Menigkatkan upaya penkes masyarakat dan membangun jejaring kerja ddengan berbagai pihak untuk edukasi terhadap masyarakat agar masyarakat waspada dan tidak panic
• Meningkatkan koordinasi dan kerja sama denagn departemen pertanian dan pemda dalam upaya penanggulangan flu burung
• Mengupayakan informasi yang meliputi aspek lingkungan dan faktor resiko untuk mencari kemungkinan sumber penularan oleh tim investigasi yang terdiri dari depkes , deptan, dan WHO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Diagnosa Keperawatan: Ketidakefektifan Bersihan jalan napas, berihubungan dengan peningkatan produksi sekret, sekresi tertahan, tebal, sekresi kental akibat influenza.

Intervensi:
• Auskultasi bunyi napas. Catat adanya bunyi napas, misal mengi, krekels, ronki
Rasional : Beberapa derajat spasme bronkus terjadi dengan obstruksi jalan napas dan dapat/tak dimanifestasikan adanya bunyi napas adventisius, misal penyebaran, krekels basah (bronkitis); bunyi napas redup dengan ekspirasi mengi (emfisema); atau tak adanya bunyi napas (asma berat).

• Kaji/pantau frekuensi pernapasan. Catat rasio inspirasi/ekspirasi.
Rasional : Takipnea biasanya ada pada beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan atau selama stres/adanya proses infeksi akut. Pernapasan dapat melambat dan frekuensi ekspirasi memanjang dibanding inspirasi.

• Catat adanya/derajat dispnea, mis., keluhan “lapar udara,” gelisah, ansietas, distres pernapasan, penggunaan otot bantu.
Rasional : Disfungsi pernapasan adalah variabel yang tergantung pada tahap proses kronis selain proses akut yang menimbulkan perawatan di rumah sakit, mis., infeksi, reaksi alergi.

• Kaji pasien untuk posisi yang nyaman, mis., peninggian kepala tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur
Rasional : Peninggian kepala tempat tidur mempermudah fungsi pernapasan dengan menggunakan gravitasi. Namun, pasien dengan distres berat akan mencari posisi yang paling mudah untuk bernapas. Sokongan tangan/kaki dengan meja, bantal, dan lain-lain membantu menurunkan kelemahan otot dan dapat sebagai alat ekspansi dada.

• Pertahankan polusi lingkungan minimum, mis., debu, asap, dan bulu bantal yang berhubungan dengan kondisi individu.
Rasional : Pencetus tipe reaksi alergi pernapasan yang dapat mentriger episode akut.

• Dorong/bantu latihan napas abdomen atau bibir.
Rasional : Memberikan pasien beberapa cara untuk mengatasi dan mengontrol dispnea dan menurunkan jebakan udara.
2. Diagnosa Keperawatan: Pertukaran gas, kerusakan dapat dihubungkan dengan gangguan suplai oksigen (obstruksi jalan napas oleh sekresi).
Intervensi:
•
Kaji frekuensi, kedalaman pernapasan. Catat penggunaan otot aksesori, napas bibir, ketidakmampuan bicara/berbincang.
Rasional : Berguna dalam evaluasi derajat distres pernapasan dan/atau kronisnya proses penyakit.

• Tinggikan kepala tempat tidur, bantu pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernapas. Dorong napas dalam perlahan atau napas bibir sesuai kebutuhan/toleransi individu.
Rasional : Pengiriman oksigen dapat diperbaiki dengan posisi duduk tinggi dan latihan napas untuk menurunkan kolaps jalan napas, dispnea, dan kerja napas.

• Kaji/awasi secara rutin kulit dan warna membran mukosa.
Rasional : Sianosis mungkin perifer (terlihat pada kuku) atau sentral (terlihat sekitar bibir/atau daun telinga). Keabu-abuan dan dianosis sentral mengindikasikan beratnya hipoksemia.

• Dorong mengeluarkan sputum; penghisapan bila diindikasikan.
Rasional : Kental, tebal, dan banyaknya sekresi adalah sumber utama gangguan pertukaran gas pada jalan napas kecil. Penghisapan dibutuhkan bila batuk tidak efektif.

• Palpasi fremitus
Rasional : Penurunan getaran vibrasi diduga ada pengumpulan cairan atau udara terjebak.

• Awasi tingkat kesadaran/status mental. Selidiki adanya perubahan.
Rasional : Gelisah dan ansietas adalah manifestasi umum pada hipoksia. GDA memburuk disertai bingung/somnolen menunjukkan disfungsi serebral yang berhubungan dengan hipoksemia.

• Evaluasi tingkat toleransi aktivitas. Berikan lingkungan tenang dan kalem. Batasi aktivitas pasien atau dorong untuk tidur/istirahat di kursi selama fase akut. Mungkinkan pasien melakukan aktivitas secara bertahap dan tingkatkan sesuai toleransi individu.
Rasional : Selama distres pernapasan berat/akut/refraktori pasien secara total tak mampu melakukan aktivitas sehari-hari karena hipoksemia dan dispnea. Istirahat diselingi aktivitas perawatan masih penting dari program pengobatan. Namun, program latihan ditujukan untuk meningkatkan ketahanan dan kekuatan tanpa menyebabkan dispnea berat, dan dapat meningkatkan rasa sehat.


3. Diagnosa Keperawatan: Nutrisi, perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh dapat dihubungkan dengan dispnea.
Intervensi:
• Kaji kebiasaan diet, masukan makanan saat ini. Catat derajat kesulitan makan. Evaluasi berat badan dan ukuran tubuh.
Rasional : Pasien distres pernapasan akut sering anoreksia karena dispnea, produksi sputum, dan obat.

• Auskultasi bunyi usus
Rasional : Penurunan/hipoaktif bising usus menunjukkan penurunan motilitas gaster dan konstipasi (komplikasi umum) yang berhubungan dengan pembatasan pemasukan cairan, pilihan makanan buruk, penurunan aktivitas, dan hipoksemia.

• Berikan perawatan oral sering, buang sekret, berikan wadah khusus untuk sekali pakai dan tisu.
Rasional : Rasa tak enak, bau dan penampilan adalah pencegah utama terhadap napsu makan dan dapat membuat mual dan muntah dengan peningkatan kesulitan napas.

• Dorong periode istirahat semalam 1 jam sebelum dan sesudah makan. Berikan makan porsi kecil tapi sering.
Rasional : Membantu menurunkan kelemahan selama waktu makan dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan masukan kalori total.

• Hindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.
Rasional : Dapat menghasilkan distensi abdomen yang mengganggu napas abdomen dan gerakan diafragma, dan dapat meningkatkan dispnea.


• Hindari makanan yang sangat pedas atau sangat dingin.
Rasional : Suhu ekstrim dapat mencetuskan/meningkatkan spasme batuk.

• Timbang berat badan sesuai indikasi.
Rasional : Berguna untuk menentukan kebutuhan kalori, menyusun tujuan berat badan, dan evaluasi keadekuatan rencana nutrisi. Catatan: Penurunan berat badan dapat berlanjut, meskipun masukan adekuat sesuai teratasinya edema.

empat lilin


lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!” Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata: Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya: ” Akulah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan H A R A P A N-nya!

lirik "BARAKALLAH" maher zain


We're here on this Special Day
Our hearts are full Of pleasure
A day that brings the two of you
Close Together
We're gathered here to celebrate
A moment you'll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever
Let's raise our hands and make du'a
Like the prophet taught us
And with one voice let's all
Say...say...say

(2X)
Barakallahu lakuma wa baraka
Alaikumaa wa jama'a bainakuma fii khaiiir

(chorus)

From now you'll share all your joys
Through hardships,support each other
Together worshiping Allah
Seeking His Pleasure
We pray that He will feed your life
With Happiness and Blessings
And grant your Kids
who make your home filled with laughter
Let's raise our hands and make du'a
Like the prophet taught us
And with one voice let's all
Say...say...say

(2X)
Barakallahu lakuma wa baraka
Alaikumaa wa jaama'a bainakuma fii khaiiir

(Chorus)

(4X)
Barakallah

(2X)
Barakallahu lakuumwalanaa

Allah bariklawhuma
Allah Hadhum hubbahuma
Allah Solli wasallim a'la rasulillah
Allah tub'alaina
Allah irdha anna
Allah ihdhi khuthoona a'la sunnat nabiina
Let's raise our hands and make du'a
Like the prophet taught us
And with one voice let's all
Say...say...say

(4X)
Barakallahu lakuma wa baraka
Alaikumaa wa jaama'a bainakuma fii khaiiir

Selasa, 22 Maret 2011

ARUS



Teringat olehku dialog per-SMS-an dengan seorang sahabat beberapa hari yang lalu. Dan harus dicurahkan segera mungkin (cie..... bahasanya ngak kuku!!!)Topik ini awalnya membahas sebuah pertemuan sahabatku (selanjutnya M) dengan seorang teman (selanjutnya si H). Mereka berjumpa di sebuah kota metropolitan setelah 7 tahun tidak bersua. Dan Si M terpana dengan perubahan penampilan si H dr gaya “anak mushala” ke gaya “anak gaul” alias berubah 180ᵒ. Tentu saja si M yang agak anti “anak mushala” (katanya sich....!!) unjuk rasa ke diriku, karena dia sering menuduhku “anak mushala”, padahal daku sudah menjelaskan daku anak ayah dan mamak ku hihihihi ^_^V.
Katanya” anak mushala udah ganti trend ya udah pakai celana pinsil dan jilbab ktp”. Dan tebak yang terlintas di pikiran daku saat itu....
“ Hmm.... fenomena saat ini, bergerak mengikuti arus makiat”
Langsung deh saya bilang ke si M, eh.......balas SMS maksudnya hehehe
“Yang membedakan orang itu dipandangan Allah itu, bukan dari anak mushala atau bukannya..tapi..dari ketaqwaanNya, Bila kita berpegang teguh pada prinsip syariatNya, maka kita tidak akan terseret oleh arus kemaksiatan yang sangat kuat dari arus tsunami besar manapun”.
Cie..... mantap dan puitis kan????
Jarang-jarang nich heheheh, daku saja terpana.......@_@
OK....back to Story...
Si M pun tidak berkomentar lagi tentang hal itu,akhirulkalam, kami mendoakan teman kami, si H , kembali kepada fitrahnya. Jalan yang lurus dan berkah...amieeennn( bantu doa dong.....!!!! u_u)
Yach jadi apa sich yang menjadi gangguan pikiran daku....seorang enny jurisa yang emang suka mikir....
PUITISnya.......
Heheheh bukanlah tentunya...
Tp pada kata....”berpegang teguh”
Gimana caranya....sedangkan kita tahu tiap orang berbeda- beda tingkatan ketenagaannya...
Jadi supaya tidak lepas dan tidak terseret arus gimana dong????
Ternyata....just one key.....
TARBIYAH
TO BE CONTINUED.....
Nb : segala percakapan dari per-SMS-an telah di edit sekehendak hati pengarang dengan tujuan.. estetika bahasa semata....^_^V

BUNGA VS MUTIARA

Bunga .....
Indah, warna-warni....
Cantik, Menarik....
Mudah dicari....
Mudah dimiliki....
Mudah dibuang dan dihancurkan.



Mutiara....
Mengarungi samudra, didasar lautan
Indah, berkilau....
Sulit dicari.....
Sulit dimiliki.....
Sulit dibuang dan dihancurkan



Nah begitu juga muslimah,
Bisa ibarat bunga dan mutiara...

Muslimah ibarat bunga adalah muslimah yang mengumbar dirinya tanpa batasan syariatNya. Cantik dan indah, tapi mudah hilang kecantikan dan keindahannya sehingga mudah dibuang dan dihancurkan oleh orang yang mudah memilikinya....
Muslimah ibarat mutiara..adalah muslimah yang menjaga dirinya dengan syariatNya. Sulit dalam hal segala proses tapi pasti akan indah dan berkilau pada saatnya dan hal itu membuat kita berharga...sehinga banyak orang sangat yang ingin memiliki dengan bersusah payah, dan ketika memiliki pasti akan sulit membuang dan menghancurkannnya.
Jadi.... tinggal pilih itu hak anda....ingin jadi bunga atau mutiara....
Kewajiban saya sudah tunai....menyampaikan kebenaran( kejam.com)
Lakum dinikum waliyadin....(bagimu agamamu, dan bagiku agamaku)

Kamis, 17 Maret 2011

dilarang protes

pengen upload foto jameun



mama,enny, bang ipan, wawak, bang iden hehehe
yang ngak suka di larang protes ....
karena foto ini sangat ingin saya upload hehehe

Jumat, 11 Maret 2011

salah paham


keluarga ku sering berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain karena profesi ayahku. hal ini membuat aku dan adik-adikku kesulitan dalam berbahasa daerah terutama bahasa aceh (bahasa kampungku).Hal ini membuat ayah dan mamaku sering kesal bila berbicara dengan kami, karena keterbatasan pemahaman dalam bahasa. ini kisah salah satunya akan saya kisah kan...
saat aku kelas 2 smp aku mempunyai salah satu kenangan yang luaaar biasaa. kenangan yang benar-benar tidak terlupakan. dan menurutku itu lucu. kejadian ini terjadi di kota pekanbaru provinsi riau tepatnya jalan kasuari no 7(tempat tinggalku saat itu).
sore itu, semua anggota keluarga berkumpul, ayah, mamak, aku dan 2 adik-adikku(dekya dan ijal) diruang tamu,tiba2 adiku yang terakhir(nalda saat beumur 5 tahun)berlari dari kamar mandi melintasitempat kami berkumpul dengan handuk yang menutupi tubuhnya.
mamak memanggil"nalda.....sini....sini....".
Nalda: "apa mak?"
Mamak: "sini bentar, apa tu dipaha? kapan luka? kena apa?"
Nalda: "kena...Bla....bla....(sambil memperlihatkan luka yang amat besar di paha bagian belakang)
Mamak: "enny...ambil obat....."
Enny : "ya mak...."
Mamak: "nalda, keuno mamak bie ubat, gom!"(keluar bahasa aceh mamak kalau lagi marah)
Nalda: langsung berdiri tegap dan sedikt miring kayak menara pisa.
Mamak: " eee hai, ku yue gom,(sambil menarik tangan nalda untuk kembali duduk).gom!!"
Nalda: kembali melakukan hal yang sama
Hal ini berulang 3 kali
dan bisa ditebak reaksi semua anggota keluarga sama si biang kerok "nalda" termasuk ayah...semua..menampakkan wajah marah bin kesel.dan si nalda tampaknya paham bahwa kami siap menerkam dan menerjang dia( macam apa aja xixixi)maka langsung ambil jurus maut..nangis...sambil berucap...."kata mamak kan "gom", kalau "gom" piring kan kayak gitu"
bisa ditebak.....
membahanalah suara ketawa sore itu
ododoe.......
beginilah nasib anak rantau....la mahfum bahasa....
NB: "GOM" = telengkup

ni dia pelaku utamanya